Selasa, 04 Mei 2021

Sejarah Filipina (34): Filipina dan 5 Negara Asia Tenggara Menuju Terbentuk ASEAN, 1967;Konferensi Asia-Afrika Bandung 1955

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Filipina dalam blog ini Klik Disini

Dalam era modern, setiap orang hidup dalam organisasi-organisasi, bahkan sejak lahir hingga meninggal. Lahir di rumah sakit, belajar di sekolah atau perguruan tinggi, bekerja dalam suatu kantor dan meninggal dimakamkan di pekuburan. Demikian juga dengan negara-negara yang terbentuk sebagai suatu organisasi, yang mana satu negara dengan negara lain membentuk organisasi. Seperti dalam kehidupan setiap orang tidak hanya cukup satu organisasi tetapi banyak organisasi. Setiap organisasi memiliki tujuan, sifat dan struktur yang khas. Demikian juga negara-negara. Organisasi terbesar dari negara-negara di dunia adalah PBB (United Nations)

Di kawasan (regional) Asia Tenggara terdapat banyak negara diantaranya Filipina dan Indonesia. Negara Filipina adalah negara yang pertama di Asia Tengarra yang menjadi anggota PBB, lalu kemudian disusul Indonesia. Situasi dan kondisi Perang Dingin (pasca Peranga Dunia II), muncul blok pertahana Blok-Barat dan Blok-Timur.Dalam hubungan tersebut sejumlah negara yang tidak memihak salah satu menggagas blok baru yang disebut Gerakan Non-Blok. Lahirnya Gerakan Non-Blok ini dapat ditelusuri ke salah satu akarnya yakni Konferensi Asia Afrika di Bandoeng, Indonesia pada tahun 1955. Dalam perkembanganya, untuk kebutuhan negara di kawasan Asia Tenggara dibentuk organisasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 1967 (dua tahun setelah Republik Singapoera terbentuk pada tanggal 9 Agustus 1945).

Lantas bagaimana sejarah Filipina menuju terbentuknya oragnisasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) pada tahun 1967? Seperti yang disebut di atas, Filipina termasuk salah negara di Asia Tenggara yang berpartisipasi terbentuknya organisasi negara-negara dunia (PBB). Lalu bagaiana peran Filipina dalam terbentuknya ASEAN? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Konferensi Asia Afrika: Bandoeng 1955: Presiden Soekarno

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) ditandatangani pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Ini menandai era baru negara di Asia Tenggara untuk bekerjasama dalam berbagai aspek. Dalam penandatanganan tersebut diwakili oleh perwakilan dari lima negara yakni Filipina, Malaysia. Thailand, Indonesia dan Singapura.

Gereformeerd gezinsblad / hoofdred. P. Jongeling, 10-08-1967: ‘ASEAN. Piagam ditandatangani di Bangkok. Lima negara Asia Tenggara telah menandatangani deklarasi tujuh poin di ibu kota Thailand, Bangkok, menciptakan aliansi kerjasama regional baru - Aliansi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Hal itu disebutkan dalam pernyataan dan penjelasan pers. bahwa lima negara - Filipina, Malaysia. Thailand, Indonesia dan Singapura - akan bekerjasama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan budaya. Kelima negara tersebut bertekad untuk memastikan stabilitas dan keamanan terhadap campur tangan asing, dan selanjutnya menyatakan bahwa pangkalan asing di wilayah mereka hanyalah ‘sarana penyelamatan sementara’ Masalah pariwisata, komunikasi dan perdagangan akan dibicarakan dalam komisi yang akan dibentuk di Jakarta’.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Peran Filipina Terbentuknya ASEAN 1967: Menteri Luar Negeri Adam Malik

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar