*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Belum lama ini, heboh lagi tentang tenggelamnya kapal van der Wijck di pantai utara Jawa dekat Lamongan pada tahun 1936. Mungkin tidak seramai pada saat terbitnya novel Hamka yang berjudul ‘Tenggelamnya Kapal van der Wijck’ yang terbit tahun 1976. Ada perbedaan antara kejadian nyata tahun 1936 dan cerita fiksi (novel) tahun 1976. Tapi kali ini, yang menjadi heboh masuk dalam ranah akademik. BPCP Jawa Timur tampaknya tertarik meneliti situs kapal van der Wijck yang jatuh di dasar laut. Apa ruginya? Apa untungnya? Rugi jika nilai sejarahnya lebih kecil dari biaya yang dikeluarkan; untung jika hasil penyelidikan itu memiliki manfaat lebih besar. Apakah penyelidikan kapal van der Wijck pada masa ini bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan teori Paparan Sunda.
Lantas bagaimana sejarah peta wilayah pantai utara Jawa? Seperti disebut di atas, wilayah perairan pantai utara Jawa menjadi heboh lagi karena soal situs van der Wijck yang dihubungkan dengan BPCP Jawa Timur. Kita tidak membicarakan itu, tetapi adalah apakah yang dapat kita pelajari tentang wilayah pantai utara, apakah terkait dengan jatuhnya kapal van der Wijck atau kejadian/kecelakaan lain seperti jatuhnya pesawat yang dapat dihubungkan untuk menjelaskan teori Paparan Sunda? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.