*Untuk melihat semua artikel Sejarah Surakarta/Solo dalam blog ini Klik Disini
Selain situasi dan kondusi keamanan yang
kondusuf dan ketersediaan infrastruktur dasar terutama jalan dan jembatan, pada
era Pemerintah Hindia Belanda, masalah status kesehatan dan penyebaran
pendidikan modern (aksara Latin) termasuk yang diprioritaskan. Secara khusus
dalam bidang pendidikan penyelenggaraan pendidikan modern (aksara Latin) dan
pembangunan sekolah menjadi sangat penting. Pendidikan yang kita miliki
sekarang bermula dari situ.
Kweekschool adalah salah satu jenjang pendidikan resmi untuk menjadi guru pada zaman Hindia Belanda dengan pengantar Bahasa Belanda (sejak 1865). Di Belanda sendiri, lembaga tersebut kini dijuluki Pedagogische academie voor het basisonderwijs ("akademi pedagogis untuk pendidikan dasar"). Pada 1834, berdiri sekolah pendidikan guru (kweekschool) diselenggarakan di Ambon (hingga 1864). Sekolah serupa didirikan zending di Minahasa tahun 1852 dan 1855 di Tanahwangko (Minahasa). Bahasa pengantar yang digunakan sekolah di Ambon dan Minahasa adalah bahasa Melayu. Keputusan Raja, 30 September 1848, tentang pembukaan sekolah dasar negeri maka untuk memenuhi kebutuhan guru dibuka sekolah guru pertama 1852 di Surakarta atas keputusan pemerintah 30 Agustus 1851. Sebelumnya, pemerintah telah menyelenggarakan kursus-kursus guru (Normaal Cursus). Sekolah guru di Surakarta bahasa pengantarnya bahasa Jawa dan Melayu. Setelah pendirian Sekolah guru di Surakarta berturut-turut didirikan sekolah sejenis di Bukittinggi (Fort de Kock) pada 1856, Tanah Baru (Tanobato), Tapanuli 1864 (dan kemudian tahun 1866 di Bandoeng) dan selanjutnya di berbagai tempat. Pada tahun 1873 dibuka sekolah guru di Tondano, Ambon 1874, Probolinggo 1875, Banjarmasin 1875, Magelang 1875, Makassar 1876, dan Padang Sidempuan 1879. Seiring dengan itu tahun 1874 sekolah guru di Tanobato ditutup 1874 (digantikan di Padang Sidempoean) dan 1875 di Soerakarta ditutup (penggantinya di Magelang). Lalu kemudian kweekschool ditutup di Tondano 1875, Padang Sidempuan (1891), Banjarmasin (1893), dan Makassar (1895) (Wikipedia)
Lantas bagaimana sejarah pendidikan di kota Surakarta, bagaimana bermula? Seperti disebut di atas, sekolah guru untuk pribumi (kweekschool) yang pertama didirikan di Soerakarta pada era Pemerintah Hindia Belanda. Apakah hal itu memiliki relasi dengan awal introduksi pendidikan modern (aksara Latin)? Lalu bagaimana sejarah pendidikan di kota Surakarta, bagaimana bermula? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.





