*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini
Sebagian kecil penduduk Indonesia telah merasa
nyaman dengan orang Belanda dan Pemerintah Hindia Belanda. Pendudukan Jepang
dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah kecelakaan bagi mereka. Sebaliknya
sungguhnya banyak pendududuk Indonesia yang sejak lama berusaha dan berjuang
untuk kemerdekaan Indonesia. Tidak sedikit yang dibui, diasingkan dan
dimiskinkan. Saat Indonesia mendapatkan kemerdekaan, seluruh bangsa Indonesia
diuji; siapa yang anti republic dan siapa yang membelakangi tujuan kemerkedaan,
Para anti republic dengan dalih menjadi lebih makmur membentuk negara sendiri, negara
yang bekerjasama dengan kaum imperialis, termasuk Negara Jawa Timur. Sementara kaum
republiken Indonesia di wilayah Republik Indonesia masih berperang tanpa
menyerah dengan kaum penjajah (Belanda/NICA). Ironis sebenarnya, tapi fakta
berkata lain.
Negara Jawa Timur (RIS) Kompas.com. 28/06/2021. Negara Jawa Timur sebuah wilayah buatan Belanda. Ide untuk mendirikan dicetuskan Belanda, Van der Plas, pemimpin pemerintahan peralihan Belanda (Recomba). Pada 14 Juni 1947, untuk mendukung berdirinya negara dibentuklah Partai Rakyat Jawa. Melalui partai ini, Van der Plas merangkul para kaum bangsawan untuk tergabung. Tujuannya untuk menuntut hak menentukan nasibnya atas dasar demokrasi dan bekerjasama dengan golongan-golongan lain tanpa memandang kebangsaan, bahasa, dan agama. Van der Plas melangsungkan Konferensi Bondowoso. Konferensi memutuskan RT Achmad Kusumonegoro menjadi wakil Tinggi Mahkota Negeri Belanda. Negara Jawa Timur diputuskan berdiri 23 November 1948 di Bondowoso. Wilayah dari Negara Jawa Timur mencakup 12 kabupaten ditambah dua kota praja, Surabaya dan Malang. Negara Jawa Timur baru menjalankan kepemerintahannya setelah mendapat wewenang pada 1 Oktober 1949 dari Recomba Jawa Timur. Setelah penyerahan kedaulatan, mulai bermunculan mosi, resolusi, dan demonstraasi menuntut bubarnya Negara Jawa Timur. Berdasarkan surat keputusan Presiden No. 26 Tahun 1950, pemerintah negara Jawa Timur mengajukan pernyatuan diri terhadap pusat. Pemerintah pusat mengangkat Samadikun untuk Komisaris Pemerintah Republik Indonesia Serikat di daerah bagian Jawa Timur. Surat perintah ini ditandatangani 19 Januari 1950 di Jakarta. Pada 9 Maret 1950, Negara Jawa Timur bergabung kembali ke Republik Indonesia. (https://www.kompas.com/)
Lantas bagaimana sejarah Negara Jawa Timur dan para Republiken di wilayah Malang? Seperti disebut di atas, fakta bahwa Negara Jawa Timur pernah didirikan termasuk Sebagian wilayah Malang. Akan tetapi tidak semua penduduk Malang setuju dengan itu. Mereka ini adalah para Republiken sejatai. Dalam hal ini mengapa harus dimulai, mengapa pula harus diakhiri? Lalu bagaimana sejarah Negara Jawa Timur dan para Republiken di wilayah Malang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.





