Senin, 23 Agustus 2021

Sejarah Makassar (38): Toraja, Zaman Kuno di Pedalaman Jantung Sulawesi; Toraja di Pegunungan dan Luwu di Wilayah Pantai

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Kota Makassar dalam blog ini Klik Disini 

Sejarah zaman kuno kerap menimbulkan misteri sendiri. Sejarah Toraja dan sejarah Luwu terbilang sejarah yang sudah lama. Toraja berada di pedalaman pulau Sulawesi, sementara Luwu berada di wilayah pantai. Lantas bagaimana hubungan Toraja dan Luwu di masa lampau? Seperti disebut tadi, sejarah zaman kuno kerap menimbulkan misteri dan pada masa kini narasinya adakalanya menimbulkan kontroversi.

Dalam laman Detik Travel diberitakan bahwa rumah tongkonan yang identik dengan Tana Toraja, disebutkan kini sudah ada replikanya di Museum TB Silalahi di Balige. Apa, pasal? Detik Travel mempertanyakan bahwa adakah kemiripan budaya antara suku Toraja dan suku Batak? Disebutnya ada kemiripan bentuk tongkonan di Toraja dan rumah bolon di Batak, tarian tor-tor dan rambu solo serta penulisan dan penyebutan marga yang hampir sama, seperti marga Aritonang, Tobing, Pakpahan dan Pardede pada suku Batak dan ada marga Aitonam, Toding, Pahan dan Pirade pada suku Toraja. Detik Travel menemukan narasi di museum tersebut bahwa budaya Batak dan Toraja mirip dengan kebudayaan Dongson di lembah Vietnam. Detik Travel menambahkan bahwa bangsa Austronesia ini sebagian menetap di Filipina dan sebagian lagi di Indonesia bagian barat. Mereka yang datang pada gelombang pertama disebut sebagai bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) yang sekarang berkembang menjadi suku bangsa Batak, Toraja, Nias, Mentawai dan Dayak. Detik Travel mulai berimajinasi yang membayangkan bahwa sebelumnya berpikir kesamaan budaya suku Toraja di Sulawesi Selatan dan suku Batak di Sumatera Utara hanya karna sinkronisasi dan akulturasi budaya semata, tapi ternyata kedua suku tersebut memang memiliki garis keturunan yang sama.

Lantas bagaimana sejarah Toraja? Seperti disebut di atas ada yang membayangkan sepefrti Detik Travel bahwa kenudayaan suku Toraja memiliki kemiripan dengan suku Batak. Lepas dari itu, lalu bagaimana hubungan sejarah Toraja dan sejarah Luwu? Apakah keduanya memiliki asal usul yang sama? Sejarah zaman kuno kerap menyimpan misteri dan narasi yang ditulis dapat minimbulkan kontroversi. Lalu bagaimana sejarah Toraja? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

 

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Nama Toraja dan Luwu: Bagaimana Hubungan Toraja dan Luwu?

Tunggu deskripsi lengkapnya

Bahasa Toraja dan Bahasa Luwu: Apakah Berakar dari Bahasa Sama?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar