Minggu, 22 Mei 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (605): Pahlawan Indonesia – Gugus Pulau-Pulau Filipina dan Pulau Taiwan;Lingua Franca Bahasa Melayu

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Apa arti penting antara gugus pulau-pulau di Filipina (pulau Luzon) dan pulau Taiwan? Sejumlah penelitian mengindikasikan bahwa bahasa-bahasa di dua kawasan lebih mirip satu sama lain, jika dibandingkan Taiwan dengan daratan Tiongkok dan pulau-pulau di Jepang. Ada yang berpendapat akar bahasa Melayu berasal dari Taiwan. Dalam konteks ini penyelidikan linguistik diperlukan dan kedudukan bahasa Melayu sebagai lingua franca.

Luzon menunjuk kepada pulau terbesar di Filipina dan juga terpenting dalam bidang ekonomi dan politik. Luzon juga menunjuk kepada salah satu dari tiga kepulauan di negara tersebut, yang dua lainnya adalah Visayas dan Mindanao. Luas wilayah Luzon adalah 104.688 kilometer persegi, membuatnya pulau terbesar ke-15 dunia. Di pulau ini terdapat ibu kota negara, Manila, dan juga kota terpadat, Kota Quezon. Pulau ini bergunung-gunung dan merupakan tempat dari Gunung Pulag, gunung tertinggi kedua di Filipina, dan Gunung Mayon. Pulau Luzon dibatasi di sisi barat oleh Laut China Selatan, di timur oleh Laut Filipina, dan di utara oleh Selat Luzon. Taiwan dikenal sebagai pulau Formosa (dari bahasa Portugis (Ilha) Formosa, yang berarti "(pulau) yang indah"), terletak di Asia Timur sebelah pantai Tiongkok Daratan, sebelah barat daya kepulauan utama Jepang, tetapi sebelah barat langsung dari ujung Kepulauan Ryukyu Jepang, dan sebelah barat laut-utara Filipina. Pulau ini dihubungkan ke timur oleh Samudra Pasifik, ke selatan oleh Laut Tiongkok Selatan dan Selat Luzon, ke barat oleh Selat Taiwan, dan ke utara oleh Laut Tiongkok Timur. Pulau ini mempunyai panjang 394 kilometer (245 mil) dan lebar 144 kilometer (89 mil). (Wikipedia).  

Lantas bagaimana sejarah gugus pulau-pulau di Filipina dan Taiwan? Seperti disebut di atas, dua kawasan memiliki kesamaan bahasa dan apakah hal itu terkait dengan bahasa Melayu sebagai lingua franca pada masa lampau. Lalu bagaimana sejarah gugus pulau-pulau di Filipina dan Taiwan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe..

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia – Gugus Pulau-Pulau di Filipina dan Taiwan: Lingua Franca Bahasa Melayu Kuno

Seperti dapat dibaca pada laman Wikipedia, ada peneliti bahasa yang menyatakan asal usul bahasa Melayu berasal dari Taiwan. Alasannya karena keberagaman genealogis bahasa terbesar ditemukan pada bahasa-bahasa Taiwan dan keberagaman terkecil ditemukan pada kepulauan Pasifik. Hal itu menyebabkan penyebaran bahasa dari Taiwan.

Austronesia mengacu pada wilayah geografis yang penduduknya menuturkan bahasa-bahasa Austronesia. Wilayah tersebut mencakup Pulau Formosa, Kepulauan Nusantara (termasuk Filipina), Mikronesia, Melanesia, Polinesia, dan Pulau Madagaskar. Secara harafiah, Austronesia berarti "Kepulauan Selatan" dan berasal dari bahasa Latin austrālis yang berarti "selatan" dan bahasa Yunani nêsos (jamak: nesia) yang berarti "pulau". Hipotesis  hubungn bahasa Jepang sebagai saudara dari bahasa-bahasa Austronesia ditolak oleh hampir seluruh pakar ilmu bahasa karena hanya ada sedikit bukti akan hubungan antara bahasa Jepang dan rumpun bahasa Austronesia dan kebanyakan ahli bahasa berpikir bahwa kesamaan yang sedikit ini adalah hasil dari pengaruh bahasa-bahasa Austronesia pada bahasa Jepang.

Pendapat bahasa Melayu menyebar dari Taiwan agak membingungkan. Sebab hanya sedikit pengaruh bahasa Melayu pada bahasa Jepang. Bukankah ini menunjukkan penyebaran bahasa Melayu ke arah utara berhenti di Taiwan? Semua itu tampaknya hanya didasarkan pada aspek linguistik, tetapi dalam konteks penyebaran kurang memperhatikan pengaruh bidang lain seperti sejarah navigasi pelayaran, pedagangan dan migrasi penduduk.

Tunggu deskripsi lengkapnya

Gugus Pulau-Pulau di Filipina dan Taiwan: Sejarah Zaman Kuno Nusantara

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar