*Untuk melihat semua artikel Sejarah Malang dalam blog ini Klik Disini
Nama Karangkates kini menjadi waduk Karangkates. Nama bendungan juga adakalanya disebut bendunggan Sutami. Kini juga ada nama Bendungan Sengguruh, Karangkates dan Sengguruh bukan nama baru. Tempo doeloe nama Sengguruh awalnya adalah Sengoro (bergeser menjadi Sengguruh). Pada tahun 1976 di Karangkares diadakan Raimuna Nasional ke-3 (dan ke-4 di Cibubur tahun 1982 dimana saya berpartisipasi). Bendungan Sengguruh selesai dibangun 1988.
Desa Karangkates adalah desa terletak di kabupaten Malang (kecamatan Sumberpucung). Pemerintah desa Karangkates diresmikan tanggal 14 Februari 2002. Di desa ini, terdapat dua bendungan: Bendungan Sutami dan Bendungan Lahor. Untuk saat ini, Bendungan Sutami sudah ditutup total, tetapi Bendungan Lahor masih dibuka untuk umum. Bendungan Sutami atau disebut juga Bendungan Karangkates, adalah sebuah bendungan yang dibangun di Sumberpucung, membendung Sungai Brantas. Nama bendungan ini diambil dari nama Menteri Pekerjaan Umum (1966 hingga 1978). Setelah menyelesaikan pembangunan Terowongan Neyama di Tulungagung untuk mengendalikan banjir mulai mengkaji kemungkinan untuk membangun bendungan besar di hulu Sungai Brantas. Awalnya, mempertimbangkan untuk membangun bendungan di Pohgajih, Blitar, akhirnya baru dapat diselesaikan pada tahun 1973. Semnatara itu Bendungan Sengguruh adalah bendungan yang dibangun terutama untuk mengurangi jumlah sedimen yang mengendap di Waduk Karangkates. Bendungan ini mulai dibangun pada tahun 1982 dan selesai dibangun pada tahun 1988. (Wikipedia).
Lantas bagaimana sejarah Karang Kates tempo doeloe di district Sengoro, afdeeling Malang? Seperti disebut di atas di wilayah Karangkates dibangun bendungan yang juga disebut bendungan Sutami. Lalu di sungai yang sama kemudian dibangun Bendungan Sengguruh. Di Kawasan Karangkates juga pernah diadakan pertemuan pramuka penegak/pandega (Raimuna). Lalu bagaimana sejarah Karang Kates tempo doeloe di district Sengoro, afdeeling Malang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.





