Selasa, 03 Mei 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (567): Pahlawan Indonesia - Perjuangan Pekerja Era Hindia Belanda; Marsinah Era Republik Indonesia

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Partai Buruh belum lama ini mengusulkan Marsinah diberi gelar Pahlawan Nasional. Oke, itu adalah slah satu hal. Hal yang ingin difokuskan dalam artikel ini adalah bagaimana sejarah buruh (pekerja) di Indonesia. Yang jelas perjuangan para (kaum) pekerja sudah ada sejak era Pemerintah Hindia Belanda. Gerakan perjuangan para pekerja (Indonesia) era Hindia Belanda merujuk pada gerakan para buruh di tingkat internasional.

Partai Buruh Indonesia adalah partai politik yang pernah ada di Indonesia. Partai ini didirikan sebagai serikat buruh nasional pusat, Barisan Buruh Indonesia, BBI, pada tanggal 15 September 1945. Pada Kongres BBI pada tanggal 9 November 1945, BBI berubah menjadi sebuah partai politik dan mengadopsi nama PBI. Awalnya PBI dijalankan oleh orang-orang yang pernah bekerja di Departemen Tenaga Kerja selama pendudukan Jepang. Tapi pada tahun 1946 Setiadjit kembali ke Indonesia dari pengasingan di Belanda, dan ia memegang kepemimpinan partai dan menjadi ketuanya. Barisan Buruh Wanita (BBW) adalah sayap perempuan dari partai ini. BBW dipimpin oleh S.K. Trimurti (Menteri Tenaga Kerja pertama Indonesia, melayani di kabinet Amir Sjarifuddin 1947-1948), yang juga anggota dari Eksekutif PB. Pada masa kini, Partai Buruh adalah sebuah partai politik di Indonesia yang didirikan pertama kali pada tanggal 28 Agustus 1998. Partai politik ini pernah menjadi peserta Pemilu 1999, Pemilu 2004, dan Pemilu 2009. Selama menjadi partai politik, Partai Buruh telah menggunakan tiga nama yang berbeda, yaitu Partai Buruh Nasional (1998), Partai Buruh Sosial Demokrat (2005) dan Partai Buruh (2009). Pada 5 Oktober 2021, oleh Said Iqbal, Partai Buruh dideklarasikan kembali dengan simbol partai yang berbeda. Alasan utama dalam terbentuknya kembali Partai Buruh, diantaranya Omnibus law dan Undang-Undang Cipta Kerja. (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah perjuangan pekerja Indonesia era Hindia Belanda? Seperti disebut di atas, perjuangan pekerja Indonesia seiring dengan masa dimana para pejuang-pejuang Indonesia (baca: pribumi) ingin mendapatkan keadilan dan berjuang untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Perjuangan pekerja adalah bagian dari perjuangan seluruh Indonesia. Lalu bagaimana sejarah perjuangan pekerja (buruh) Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Perjuangan Pekerja Indonesia: Era Hindia Belanda

Tunggu deskripsi lengkapnya

Perjuangan Pekerja Indonesia: Marsinah di Era Republik Indonesia

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar