*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini
Bahasa Melayu adalah lingua franca. Lingua franca internasional adalah bahasa Inggris. Penutur bahasa Inggris tidak selalu orang (bangsa) Inggris, tetapi juga bangsa lain seperti bangsa Amerika Serikat. Bahasa Inggris sebagai bahasa resmi negara terdapat di Singapoera. Demikian juga penutur bahasa Melayu, terdapat di banyak tempat, tetapi berbeda (suku) bangsa yang mengidentifikasi diri sebagai suku-suku bangsa Minangkabat, Betawi, Ambon dan sebagainya. Lalu bagaimana di Riau? Tentu saja berbeda dengan suku bangsa di Malaysia dan Singapoera. Diantara pernutur bahasa Melayu di Riau juga sebenarnya dapat mengindetifikasi diri sebagai Orang (suku) Lingga, Orang (suku) Bintan, Orang (suku) Natuna dan sebagainya. Mengapa? Beda geografi beda dialek.
Lantas bagaimana sejarah bahasa Melayu berbeda bangsa di Malaysia dan berbeda bangsa bersatu nusa di Indonesia dalam Bahasa Indonesia. Seperti disebut di atas, nusa, bangsa dan bahasa adalah afiliasi-afiliasi, suatu kesadaran untuk memilih dan mengidentifikasi diri. Lalu bagaimana sejarah sejarah bahasa Melayu berbeda bangsa di Malaysia dan berbeda bangsa bersatu nusa di Indonesia dalam Bahasa Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe..





