Sabtu, 15 Desember 2018

Sejarah Menjadi Indonesia (13): Daftar Panjang Organisasi Kebangsaan Tempo Dulu; Medan Perdamaian di Padang dan Awal Kebangkitan Nasional Indonesia


Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disin

Bangsa Indonesia menuju kemerdekaan, terbentuknya Republik Indonesia sejatinya dibangun di atas fondasi organisasi-organisasi kebangsaan. Dalam hal ini organisasi adalah kumpulan orang-orang Indonesia yang secara sadar untuk berserikat. Mereka mengawali dengan memupuk persatuan dan permufakatan lalu kemudian membentuk perhimpunan atau perserikatan. Dengan menyatukan semua energi para anggota di dalam organisasi akan menciptakan bargaining yang lebih kuat (baik untuk membantu memperkuat anggota maupun untuk melawan penjajah). Organisasi adalah wujud baru yang terbentuk di luar kekuasaan tradisional (aristokrasi/kerajaan yang telah diperalat penjajah).

De locomotief: Samarangsch handels en adv blad, 21-08-1902
Orang pribumi awalnya belajar berorganisasi dari orang-orang Eropa/Belanda yang berada di luar kekuasaan pemerintah (Pemerintah Hindia Belanda). Mereka itu adalah orang swasta, pensiunan pegawai atau militer yang kemudian membentuk organisasi sosial yang disebut societeit. Organisasi orang-orang Eropa/Belanda (societeit) ini lalu juga muncul pada bidang peminatan/profesi. Organisasi sosial (societeit) pertama didirikan di Padang tahun 1834. Organisasi (societeit) ini kemudian didirikan di Batavia (yang disebut Harmonie dan Concordia), di Soerabaja (Harmoni dan Concordia), di Semarang, di Bandoeng (Concordia), di Medan (De Witte) dan kota-kota lainnya. Semua organisasi-organisasi sosial tersebut berbadan hukum (disahkan oleh pemerintah)

Pada tahun 1900 di Padang, Saleh Harahap gelar Dja Endar Moeda menggagas dibentuknya organisasi sosial di kalangan pribumi. Organisasi ini diberinama Medan Perdamaian. Presiden/direktur pertama organisasi Medan Perdamaian adalah Dja Endar Moeda. Organisasi Medan Perdamaian dalam hal ini adalah organisasi kebangsaan Indonesia pertama.

Dja Endar Moeda adalah pensiunan guru pemerintah yang telah membuka sekolah swasta di Padang tahun 1895. Dalam keseharian Dja Endar Moeda selain tetap menjadi guru (guru swasta) juga mengarang buku buku pelajaran dan buku umum. Pada tahun 1897 Dja Endar Moeda diminta menjadi editor surat kabar berbahasa Melayu Pertja Barat. Pada tahun 1900 Dja Endar Moeda membeli Pertja Barat dan percetakannya. Sejak itu, Dja Endar Moeda menerbitkan satu lagi surat kabar yang diberi nama Tapian Na Oelie dan juga membuka toko buku. Pada tahun 1900 inilah menggagas organisasi kebangsaan di antara pribumi di Padang. Organisasi kebangsaan Medan Perdamaian mengusung misi nasional (bersifat nasional). Pada tahun 1902 Medan Perdamaian mengumpulkan dana sebesar f14.000 untuk membantu peningkatan pendidikan di Semarang (lihat De locomotief: Samarangsch handels- en advertentie-blad, 21-08-1902). Cabang pertama Medan Perdamaian didirikan di Fort de Kock tahun 1905.

Organisasi Medan Perdamaian yang sifatnya sosial, selain berinisiatif untuk penggalangan dana untuk pendidikan dan kesehatan, juga menerbitkan majalah pembangunan. Majalah ini diberi nama Insulinde (bahasa lain untuk nusantara atau Indonesia). Artikel-artikel yang dimuat berisi topik-topik dalam hal bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan usaha-usaha yang dapat dilakukan penduduk. Majalah Insulinde dipimpin langsung oleh Dja Endar Moeda yang dibantu seorang guru muda Baginda Djamaloedin Rasad.

Pada bulan Mei 1908 di Batavia, mahasiswa-mahasiswa STOVIA yang dipimpin oleh Soetomo mendirikan organisasi sosial yang disebut Boedi Oetomo. Namun menjelang kongres pertama Boedi Oetomo yang akan diselenggarakan tanggal 2-4 Oktober 1908 di Djogjakarta, Boedi Oetomo yang didirikan mahasiswa telah terkooptasi oleh senior. Hal yang muncul dalam kongres, mahasiswa seakan tersingkir dan Boedi Oetomo telah diarahkan sebagai organisasi kebangsaan yang bersifat kedaerahan (hanya untuk kepentingan Jawa dan Madoera). Melihat pergeseran misi Boedi Oetomo ini, seorang mahasiswa senior di Belanda, Radjioen Harahap gelar Soetan Casajangan menggagas organisasi kebangsaan yang bersifat nasional yang diberinama Indisch Vereeniging (Perhimpoenan Hindia). Dalam pembentukan Indisch Vereeniging pada tanggal 25 Oktober 1908 di tempat tinggalnya di Leiden, Soetan Casajangan secara aklamasi diangkat sebagai Presiden pertama. Ini berarti sejauh ini (1908) telah terbentuk tiga organisasi kebangsaan: Medan Perdamaian (1900) dan pada tahun 1908 Boedi Oetomo dan Indisch Vereeniging. Soetan Casajangan adalah adik kelas Dja Endar Moeda di sekolah guru (kweekschool) Padang Sidempoean.

Sejak berdirinya organisasi kebangsaan Medan Perdamaian di Padang dan kemudian disusul Boedi Oetomo di Jawa dan Indisch Vereeniging di Belanda, mulai muncul organisasi-organisasi kebangsaan. Yang terbilang menonjol adalah Sarikat Dagang Islam (yang bersifat perdagangan dan keagamaan) pada tahun 1911 dan Indisch Partij (besifat politis dan nasionalis) pada tahun 1912. Selain organisasi-organisasi kebangsaan yang lahir, kemudian juga muncul organisasi-organisasi profesi, organisasi peminatan dan organisasi pekerjaan.

Daftar Panjang Organisasi Kebangsaan Indonesia

Sepuluh tahun kemudian jumlah organisasi-organisasi orang Indonesia sudah sangat banyak. Inilah daftar organisasi kebangsaan Indonesia pada era kolonial Belanda.

Lihat Lampiran
 

*Dikompilasi oleh Akhir Matua Harahap berdasarkan sumber-sumber tempo doeloe. Sumber utama yang digunakan lebih pada ‘sumber primer’ seperti surat kabar sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam setiap penulisan artikel tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.



Daftar Nama-Nama Organisasi Kebangsaan Indonesia Sejak 1900

No
Nama Organisasi
Berdiri
Kota
Pendiri/Ketua Pertama
1
Medan Perdamaian
1900
Padang
Dja Endar Moeda
2
Sarikat Dagang Islam
1905
Buitenzorg
Samanhoedi
3
Sarikat Tapanoeli
1907
Medan
Sjech Ibrahim
4
Boedi Oetomo
1908
Batavia
Soetomo
5
Indisch Vereeniging
1908
Leiden
Soetan Casajangan
6
Sarikat Islam
1912
Soerabaja
OS Tjokroaminoto
7
Indisch Partij
1912
Bandoeng
Tjipto Mangoenkoesoemo
8
Central Sarikat Islam
1912
Batavia
R. Goenawan
9
Himpoenan Soedara
1913
Bandoeng

10
Perserikatan Goeroe Hindia Beland
1914
Medan
Abdullah Lubis
11
Indisch Sociaal Democratische Vereeniging
1914
Belanda
Henk Sneevliet
12
Insulinde
1916
Medan

13
Sumatra Sepakat
1917
Leiden
Sorip Tagor
14
Indonesisch Verbond Studenrende
1917
Belanda
Van Mook
15
Sumatraen Bond
1917
Batavia
T. Manshoer
16
Bond Inlandsche Studeerenden
1917


17
Persatoen Kranie
1917
Deli
Parada Harahap
18
Bataksche Vereeniging Dosniroha
1917
Medan

19
Hatopan Kristen Batak
1918
Sibolga
Manullang
20
Perserikatan Minahasa Celebes
1918


21
Sarikat Adat Alam Minangkabau
1918


22
Tentara Kandjeng Nabi Mohammad
1918
Soerabaja

23
Tentara Kandjeng Nabi Haidlir
1918
Soerabaja


Batakch Bond
1919
Batavia
Abdul Rasjid
24
Kaoem Betawi
1920
Batavia
MH Thamrin
25
Pasoendan
1921
Bandoeng


Perhimpoenan Indonesia
1924
Belanda
Mohamad Hatta
26
De Indische Associatie Vereeniging
1925
Batavia
PJA Maltino
27
Perserikatan Nasional Indonesia
1926
Bandoeng
Soekarno
28
Persatoean Minahasa
1927
Batavia
S Ratoelangi
29
Jong Ambon
1927
Batavia
J Leimena
30
Permoefakatan Perhimpoenan-Perhimpoenan Kebangsaan Indonesia
1927
Batavia
Parada Harahap
31
Perhimpoen Peladjar2 Indonesia
1927
Batavia
Soegoendo Djojopuspito
32
Pemoeda Indonesia
1928
Bandoeng
Soetan Sjahrir
33
Partai Nasional Indonesia
1929
Bandoeng
Anwari
34
Persatoean Bangsa Indonesia
1930
Soerabaja
Soetomo
35
Partai Indonesia
1933
Batavia
Sartono
36
Partai Pendidikan Indonesia
1933
Batavia
Mohamad Hatta
37
Indonesia Raya
1835
Soerabaja
Soetomo

Gerakan Rakyat Indonesia
1937
Batavia
Amir Sjarifoeddin

Bond Inlandsch Personeel Haven Werken

Soerabaja
Lengkong

Comité Boemi Poetera

P. Siantar


Centrale Onderlinge Inlandsche Levensverzekering

Bandoeng


Comité voor Java Nationalisme




Djowo Dipo




Het Brandansche Studiefonds




Inl.Ambtenaren en Beambten Bond

Soerabaja


Inl.Personeel Volkscredietwezen
Bond




Keroekoenan Pegawai Post Boemipoetera




Medan Penglipoer Hati Poelau Tello




Onderlinge Inlandsche Levensverzekering Maatschappij Boemipoetera




Onderlinge Inlandsche Spaarkas

Bandoeng


Opium Regie Bond




Perserikatan Boom Personeel




Personeel Fabriek Bond

Djogjakarta


Perhimpoenan Kaoem Boeroeh dan Tani




Poetri Merdika




Prawira Pendojo Bjoeho




Perserikatan Pegawai Boemipoetera Tani




Perkoempoelan Pegawai Drukkerij Bond

Solo


Perserikatan Personeel Geneeskundigen Dienst

Semarang


Perserikatan Pegawai Pegadean Boemipoetera




Perserikatan Pengawal Politie Kampoeng

Solo


Pernerikatan Pegawai Spoor Jan Tram




Perserikatan Pegawai Zautrogiedlanst Hindia Belanda

Djogjakarta


Sarokat Loehak Nan Tiga, Laras Nan Doewa Adat Vereeniging

P, Pandjang


Soengglrig Probo Joso Bond

Semarang


Persatoean Koeria

P. Sidempo


Salatoerrahim Zetter Club

Medan


Vereeniging Inlansch Personeel BOW




Vereeniging Spoor en Trampersoneel




Perserikatan Inl. Joernalis




Perserikatan Penerbit Soerat Kabar









Tunggu daftar lengkapnya












Tidak ada komentar:

Posting Komentar