Sabtu, 23 Desember 2023

Sejarah Bahasa (192):Bahasa Mambai Pulau Timor, Bahasa Penutur Kedua Terbanyak di Timor Leste; Bahasa Tetum di Pulau Timor


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Bahasa dalam blog ini Klik Disini

Bahasa Mambai dituturkan oleh kelompok etnis terbesar kedua di Timor Leste. Bahasa ini juga disebut Mambae atau Manbae. Mambai masuk dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia Tengah dari Cabang Timor. Bahasa ini dituturkan oleh kelompok etnis Esian Timor Timur di Mambai. Sebagai salah satu bahasa Ramela, pengaruhnya lebih kuat dari bahasa Papua dan Melayu di Ambon. Dengan 195.778 penutur bahasa ini adalah bahasa ibu kedua yang paling umum di Timor Leste.


Suku Mambai (Mambae, Manbae) merupakan suku terbesar kedua setelah suku Tetum Dili di Timor Timur. Awalnya, mereka dikenal sebagai Maubere oleh Portugis. Maubere atau Mau Bere adalah nama depan laki-laki yang tersebar luas di kalangan masyarakat Mambai. Jumlah suku Mambai sekitar 80.000 dari pedalaman Distrik Dili hingga pantai selatan wilayah tersebut, khususnya di distrik Ainaro dan Manufahi. Pusat utamanya adalah Ermera, Aileu, Pos Administratif Remexio, Turiscai, Maubisse, Ainaro dan Same, Timor Timur. Di antara masyarakat Timor Timur yang diasingkan di Australia, masyarakat Mambai merupakan salah satu kelompok utama. Bahasa Mambai termasuk dalam rumpun bahasa Melayu-Polinesia Tengah-Timur dari cabang bahasa Timor. Ini adalah bahasa ibu kedua yang paling umum di Timor Timur dengan 195.778 penutur. Rumah melingkar dengan atap kerucut merupakan tempat tinggal khas, dan suku Mambai mengolah jagung, padi, dan sayuran umbi-umbian. (Wikipedia)

Lantas bagaimana sejarah bahasa Mambai di pulau Timoe, bahasa penutur kedua terbanyak di Timor Leste? Seperti disebut di atas bahasa Mambai8 orang Mambai di Timor Leste. Bahasa Tetum di pulau Timor. Lalu bagaimana sejarah bahasa Mambai di pulau Timoe, bahasa penutur kedua terbanyak di Timor Leste? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Link   https://www.youtube.com/@akhirmatuaharahap4982

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja.

Bahasa Mambai di Pulau Timoe, Bahasa Penutur Kedua Terbanyak di Timor Leste; Bahasa Tetum di Pulau Timor

Tunggu deskripsi lengkapnya

Bahasa Tetum di Pulau Timor: Bahasa Mambai Masa ke Masa

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

1 komentar:

  1. Bahasa Mambae adalah bahasa nomor 1 di Timor Leste sebelumnya, dimana bahasa mambae meliputi, Aileu (Kecamatan Aileu Kota, Kecamatan Liqidoe, Kecamatan Remexio, Kecamatan Lau-Lara) dimana Kabupaten Aileu memeliki 4 kecamatan yang ke semuanya berbicara BAHASA MAMBAE, saat ini masyarakat Aileu sendiri sesuai sensus masyarakat yang ada total masyarakatnya 65.000 lebih penutur asli mambae, tidak termasuk kabupaten Ermera, Kabupaten Same (kecamtan Turiscai, kecamatan Hatudu dan SAME KOTA adalah penutur asli mambae) Kabupaten Ainaro penutur asli mambae lebih dominan karena meliputi 3 kecamtan, yang lain kemak dan bunak, kabupaten Dili (kecamatan Veira Crus,kecamatan Metinaro dan kecamatan Dom Aleixo adalah penutur mambae) walaupun Dili adalah kapital Negara, kabupaten Liquica (kecamtan Bazartete adalah penutur Mambae) kabupaten Manatuto (kecamatan LAKLO adalah penutur mambae), TETUN aslinya PENUTUR ASLINYA berada di kecamatan alas kabupaten SAME yang disebut TETUN AU HUN) itupu hanya meliputi 5 desa saja, begitupun kecamtan FATURBERLIHU khusunya beberapa desa penutur bahasa aslinya campuran yaitu LAKLEI DAN TETUN TERIK, kabupaten Suai ada di beberapa kecamatan saja yang tetun terik atau disebutu TETUN AU LAIN) dan lainnya adalah adalah kemak dan bunak, Dili bukan tetun tetapi daerah mambae, Dili sebelum kedatangan penjajah portugis dan misionaris DILI DIBAWA KEKUASAN MAMBAE, Tetun DILI dikembangkan oleh MISIONARIS DAN GERAJA KATOLIK yang disebut TETUN PORTUGUES atau LINGUA FRANCA. Maka secara TRADISI DAN BUDAYA yang mana sampai saat ini masih di pertahankan oleh ETNIS MAMBAE ATAU PENUTUR Mambae ASLI ADALAH ADAT ISTIADAT dimana adat istiadat mambae RITUALNYA adalah mengunakan bahasa mambae ASLI DIMANA meliputi AILEU, AINARO, SAME, DILI dan LAKLO, BAZARTETE dan lainnya. SAUDARA BISA hubungi saya melalui WA + 670 75289960

    BalasHapus