Selasa, 15 Maret 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (472): Pahlawan Indonesia - Penemuan Pedalaman Tapanoeli; Charles Miller 1772 hingga Jung Huhn 1840

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Sejarah penemuan Indonesia di wilayah pedalaman mungkin tidak ada yang memikirkan. Boleh jadi topik ini berada di luar topik sejarah. Namun faktanya, sejarah penemuan wilayah pedalaman adalah sejarah awal Indonesia di bagian pedalaman (wilayah hulu sungai). Penemuan wilayah pedalaman ini memiliki sejarah sendiri-sendiii di pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. Penemuan wilayah pedalaman Tapanoeli juga memiliki sejarah sendiri.

Wilayah pedalaman antara dua pantai wilayah terisolasi yang memiliki sejarah sendiri-sendiri, Untuk mengakses wilayah pedalaman ini dilakukan melalui dua jalur navigasi sungai dari pantai yang berlawanan. Tujuan primer  penemuan wilayah pedalaman ini adalah mengukur wilayah secara spasial; dan tujuan sekunder adalah untuk menghitung volume ekonomi (berdasarakan jumlah penduduak dan potensi sumberdaya alam. Hal itulah mengapa pemerintah sejaka era VOC/Belanda investas dengan mengirim ekspedisi-ekspedisi ke wilayah pedalaman yang belum dikenal di dalam peta geografis. Mereka inilah para pionir. Pionir di wilayah pedalaman Jawa (Barat, Tengah dan Timur), Sumatra (Tengah, Utara, Selatan), Kalimantan (Utara dan Selatan), Sulawesi (Tengah) dan Papua (Timur). Peta 1619

Lantas bagaimana sejarah penemuan wilayah pedalaman Tapanoeli? Seperti disebut di atas, wilayah pedalaman Tapanoeli memiliki sejarah sendiri dengan penemuan wilayah pedalaman dlainnya. Lalu bagaimana sejarah penemuan wilayah pedalaman di bagian utara Sumatra di wilayah Tapanoeli? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia dan Penemuan Pedalaman Tapanoeli: Sejarah Tapanoeli Sejak Zaman Kuno

Tunggu deskripsi lengkapnya

Penemuan Pedalaman Tapanoeli: Ir Charles Miller 1772 hingga Ir Jung Huhn 1840

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar