Rabu, 27 April 2022

Sejarah Menjadi Indonesia (556): Pahlawan Indonesia --- Kaoem Betawi dan Dinamika Politik di Batavia; Thamrin vs Masserie

 

*Untuk melihat semua artikel Sejarah Menjadi Indonesia dalam blog ini Klik Disini

Begitu luas Indonesia (baca: Hindia Belanda), mulai dari Sabang hingga Merauke. Gerakan politik berkembang di setiap daerah khususnya kota-kota besar seperti Medan, Padang, Batavia, Bandoeng, Semarang dan Soerabaja, serta Makassar dan Ambon. Namun ada dinamika tersendiri diri Batavia, sebagai ibu kota pemerintahan Hindia Belanda yang secara khusus menjadi pusat gerakan politik golongan pribumi. Dalam konteks inilah para tokoh Betawi dan organisasi kebangsaan Kaoem Betawi cukup strategis.

Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) adalah organisasi pergerakan kemerdekaan yang pernah ada di Indonesia. PPPKI merupakan organisasi kumpulan dari beberapa organisasi-organisasi seperti Partai Sosialis Indonesia, Budi Utomo, Partai Nasional Indonesia, Paguyuban Pasundan, Jong Sumatranen Bond, Pemuda Kaum Betawi, dan Kelompok Studi Indonesia. Pemufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) didirikan dalam sebuah rapat di Bandung pada tanggal 17-18 Desember 1927. Latar belakang didirikannya PPPKI ini adalah karena tokoh-tokoh pergerakan nasional beranggapan bahwa berjuang melalui masing-masing organisasi tidak akan membawa hasil. Lalu Soekarno mempunyai ide untuk menggabungkan organisasi-organisasi tersebut supaya Indonesia dapat mencapai kemerdekaannya. (Wikipedia).

Lantas bagaimana sejarah Tokoh Betawi dan Kaoem Betawi di Batavia? Seperti disebut di atas, Kaoem Betawi adalah salah satu organisasi kebangsaan (Indonesia). Organisasi Kaoem Betawi didirikan pada tahun 1923. Jumlah tokohnya tidak hanya satu dua orang, lebih dari tiga orang. Lalu bagaimana sejarah Tokoh Betawi dan Kaoem Betawi di Batavia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia - Tokoh Betawi dan Kaoem Betawi: Dinamika Politik di Pusat Perjuangan Bangsa

Tunggu deskripsi lengkapnya

Kaoem Betawi: Mohamad Thamrin versus Mohamad Masserie

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar