Jumat, 10 Juli 2026

Sejarah Tjipto (2): Organisasi Kebangsaan; Dari Medan Perdamaian, Sjarikat Tapanoeli, Boedi Oetomo hingga Indisch Vereeniging


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Dr Tjipto di blog ini Klik Disini

Pada tahun 1905 Tjipto Mangoenkoesoemo lulus sekolah Docter Djawa School di Batavia. Dr Tjipto (Mangoenkoesoemo) dan Dr Abdoel Hakim (Nasoetion) yang sama-sama lulus keduanya ditempatkan di Stadsverband (rumah sakit kota) di Batavia sebagai dokter pribumi (lihat Bataviaasch nieuwsblad, 01-12-1905). Saat ini sudah ada organisasi-organisasi kebangsaan Indonesia (baca: pribumi) yang telah terbentuk: Societeit Paroekoenan di Bandoeng (1897), Medan Perdamaian di Padang (1900), Vereeniging Ambon di Ambon (1900) dan Sjarikat Tapanoeli di Medan (1905). Sejarah Pers di Indonesia


Pada tahun 1907, Wahidin Soedirohoesodo melakukan kunjungan ke Stovia dan bertemu para pelajar dan menyerukan gagasan untuk membentuk organisasi yang dapat mengangkat derajat bangsa. Selain itu, Sudirohusodo juga ingin mendirikan sebuah organisasi di bidang pendidikan untuk bisa membantu biaya orang-orang pribumi yang berprestasi dan mempunyai keinginan untuk bersekolah. Selanjutnya, Soetomo bersama dengan Soeradji mengadakan pertemuan dengan para pelajar STOVIA yang lain, untuk membicarakan gagasan organisasi yang disampaikan oleh Sudirohusodo. Lalu diadakan pertemuan dan membentuk sebuah organisasi yang diberi nama "Perkumpulan Boedi Oetomo" pada tanggal 20 Mei 1908 di Batavia. Tokoh yang tercatat sebagai pendiri Boedi Oetomo terdiri dari 9 orang, yaitu Mohammad Soelaiman, Gondo Soewarno, Goenawan Mangoenkoesoemo, Raden Angka Prodjosoedirdjo, Mohammad Saleh, Raden Mas Goembrek, Soetomo, Soeradji Tirtonegoro, dan tentunya Wahidin Soedirohoesodo sebagai penggagasnya. Soetomo menjadi ketua dan Soelaeman Affandi Kartadjoemena, sebagai wakilnya. Pengurus lainnya terdiri dari Gondo Soewarno sebagai sekretaris I, dan Goenawan sebagai sekretaris II, serta bendahara yang dijabat oleh Angka Prodjosoedirdjo. Sisa pendiri lainnya menjabat sebagai komisaris (Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah organisasi kebangsaan Indonesia? Seperti disebut di atas, saat Tjipto Mangoenkoesoemo lulus sekolah Docter Djawa School di Batavia 1905 sudah ada sejumlah organisasi kebangsaan Indonesia. Lalu bagaimana sejarah organisasi kebangsaan Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja. Dalam hal ini saya bukanlah penulis sejarah, melainkan hanya sekadar untuk menyampaikan apa yang menjadi fakta (kejadian yang benar pernah terjadi) dan data tertulis yang telah tercatat dalam dokumen sejarah. 

Organisasi Kebangsaan; Dari Medan Perdamaian, Sjarikat Tapanoeli, Boedi Oetomo dan Indisch Vereeniging

Tunggu deskripsi lengkapnya

Dari Medan Perdamaian, Sjarikat Tapanoeli, Boedi Oetomo dan Indisch Vereeniging; Mengapa Dr Tjipto Mangoenkoesoemo Keluar dari Boedi Oetomo dan Mengapa Bersedia Masuk Indisch Partij?

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”; “Sejarah Diaspora Indonesia di Jepang”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar