Selasa, 08 November 2022

Sejarah Lampung (42): Pahlawan Indonesia di Lampung Masa ke Masa, Raden Intan II hingga Gele Harun; Jelang Hari Pahlawan


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Lampung di dalam blog ini Klik Disini 

Beberapa hari lalu diumumkan pemerintah lima gelar Pahlawan Nasional. Diantara pahlawan Indonesia yang ditabalkan sebagai Pahlawan Nasional tersebut adalah Dr dr HR Soeharto (Jawa Tengah), KGPAA Paku Alam VIII (Yogyakarta), H Salahuddin bin Talibuddin (Maluku Utura), dr R Rubini Natawisastra (Kalimantan Barat; sudah pernah dideskripsikan dalam blog ini) dan KH Ahmad Sanusi (Jawa Barat). Hingga saat ini dari (provinsi) Lampung baru satu pahlawan Indonesia yang bergelar Pahlawan Nasional. Yang kini tengah diusulkan adalah Mr Gele Harun Nasution, berperan dalam perang kemerdekaan Indonesia di Lampung dan menjadi Residen Lampung pertama (1950-1955).


Pahlawan Indonesia lainnya yang telah mendapat gelar Pahlawan Nasional dan dengan tambahan lima lagi maka secara keseluruhan pahalwan Indonesia yang telah bergelar Pahlawan Nasional sebanyak. Pahlawan Indonesia yang telah bergelar Pahlawan Nasional yang berasal dari daerah (provinsi) Lampung adalah Raden Inten II. HR Mohammad Mangundiprojo yang telah mendapat gelar Pahlawan Nasional, meski pernah menjadi Residen Lampung tetapi diusulkan melalui daerah (provinsi) Jawa Timur. Mohammad Mangoendiprojo, pahlawan Indonesia yang berpartisipasi dalam perjuangan Perang Soerabaya 1945. meninggal di Bandarlampung pada 13 Desember 1988. Mohammad Mangundiprojo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Tanjungkarang Bandarlampung. Dalam hal ini, Mohammad Mangundiprojo, sebagai pahlawan Indonesia dan meski diusulkan Jawa Timur sebagai Pahlawan Nasional, juga tetap sebagai pahlawan Lampung. Karir pemerintahan Mohammad Mangundiprojo dimulai sebagai bupati Ponorogo (1951-1955) yang kemudian pernah sebagai pejabat Residen di Lampung.

Lantas bagaimana sejarah pahlawan Indonesia di Lampung dari masa ke masa? Satu yang jelas pahlawan Indonesia yang telah bergelar Pahlawan Nasional di Lampung adalah Taden Intan II. Lalu yang kini tengah diusulkan pahlawan Indonesia dengan gelar Pahlawan Nasional dari Lampung adalah Mr Gele Harun Nasution. Lalu bagaimana sejarah pahlawan Indonesia di Lampung dari masa ke masa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*.

Pahlawan Indonesia di Lampung Masa ke Masa, Raden Intan hingga Gele Harun; Jelang Hari Pahlawan Nasional

Tunggu deskripsi lengkapnya

Jelang Hari Pahlawan Nasional daro Tahun ke Tahun: Menunggu Nama Gele Harun Nasution Pahlawan Indonesia di Lampung Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok sejak 1999 hingga ini hari. Pernah menjadi warga Kota Bogor (1983-1991) dan Jakarta Pusat (1991-1999). Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi berkebun di seputar rumah--agar lingkungan tempat tinggal segar dan hijau. Menulis artikel di blog hanya dilakukan saat menonton sepakbola atau waktu senggang, utamanya jelang tidur..Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar