Kamis, 29 Oktober 2026

Sejarah Amir Sjarifoeddin (2): Amir Harus Kembali ke Tanah Air? Mengapa Pemimpin Perhimpoenan Indonesia Ditangkap 1927


*Lihat juga Youtube Channel disini: Poestaha Depok

**Untuk melihat semua artikel Sejarah Amir Sjarifoeddin di blog ini Klik Disini

Dalam artikel sebelumnya, apa yang dinarasikan tentang sejarah Amir Sjarifoeddin Harahap di Wikipedia terdapat banyak kekeliruan dan kesalahan. Kita pada masa ini hanya bertanya-tanya mengapa narasi tersebutkan terbentuk? Dari mana sumber data awalnyanya? Artikel ini kembali menarasikan kembali sejarah Amir Sjarifoeddin Harahap berdasarkan fakta dan data. Fakta yang mencerminkan peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi dan didukung data tertulis dari sumber-sumber sezaman. Buku "Sejarah Klub Como 1907" oleh Akhir Matua Harahap (xvi, 826 hlm) telah terbit. Lihat disini: https://deepublishstore.com/produk/sejarah-klub-como-1907/?srsltid=AYCX9vL6f-cq346zKo4ckKoQ1YFUi8hzn9zJHCWACD31Odr_KD90I8W7

Amir berangkat ke Leiden. Tak lama setelah kedatangannya dalam kurun waktu 1926–1927 dia menjadi anggota pengurus perhimpunan siswa Gymnasium di Haarlem, selama masa itu pula Amir aktif terlibat dalam diskusi-diskusi kelompok kristen misalnya dalam CSV-op Java yang menjadi cikal bakal GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia). Ia tinggal di rumah guru pemeluk Kristen Calvinis, Dirk Smink, dan di sini juga Mulia menumpang. Namun pada September 1927, sesudah lulus ujian tingkat kedua, Amir kembali ke kampung halaman karena masalah keluarga, walaupun teman-teman dekatnya mendesak agar menyelesaikan pendidikannya di Leiden. Kemudian Amir masuk Rechtshoogeschool te Batavia dengan bantuan beasiswa pemerintah kolonial,[2] dan menumpang di rumah Mulia (sepupunya) yang telah menjabat sebagai direktur sekolah pendidikan guru di Jatinegara. Kemudian Amir pindah ke asrama pelajar Indonesisch Clubgebouw, Kramat 106, ia ditampung oleh senior satu sekolahnya, Mohammad Yamin (Wikipedia)  

Lantas bagaimana sejarah Amir Sjarifoeddin kembali ke tanah air? Seperti disebut di atas, Amir Sjarifoeddin Harahap kembali ke tanah air pada tahun 1927. Amir Sjarifoeddin Harahap tidak melanjutkan pendidikan tinggi di Belanda, tetapi di Batavia (kini Jakarta). Saat Amir Sjarifoeddin Harahap dalam pelayaran ke tanah air, di Belanda para pemimpin Perhimpoenan Indonesia ditangkap. Lalu bagaimana sejarah Amir Sjarifoeddin Harahap kembali ke tanah air? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku Sejarah Bahasa Indonesia klik disini

Sejarah seharusnya memiliki permulaan. Jika sejarawan gagal memberikan bukti catatan tertulis, setiap orang bahkan oleh penduduknya sendiri akan menciptakan imajinasi sendiri. Untuk menghindari hal itu terjadi, sumber utama yang digunakan dalam artikel ini adalah ‘sumber primer’ seperti surat kabar dan majalah sejaman, foto dan peta-peta. Sumber buku hanya digunakan sebagai pendukung (pembanding), karena saya anggap buku juga merupakan hasil kompilasi (analisis) dari sumber-sumber primer. Dalam penulisan artikel ini tidak semua sumber disebutkan lagi karena sudah disebut di artikel saya yang lain. Hanya sumber-sumber baru yang disebutkan atau sumber yang sudah pernah disebut di artikel lain disebutkan kembali di artikel ini hanya untuk lebih menekankan saja*. 

Amir Sjarifoeddin Kembali ke Tanah Air; Pemimpin Perhimpoenan Indonesia Ditangkap 1927 

Tunggu deskripsi lengkapnya

Pemimpin Perhimpoenan Indonesia Ditangkap 1927: Amir Sjarifoeddin Menjadi Mahasiswa di Batavia dan Langsung Proaktif dalam Perjuangan Bangsa

Tunggu deskripsi lengkapnya

 

 

*Akhir Matua Harahap, penulis artikel di blog ini adalah seorang warga Kota Depok. Disamping pekerjaan utama sebagai dosen dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, saya memiliki hobi menulis artikel sejarah di blog di waktu luang. Saya sendiri bukan sejarawan (ahli sejarah), tetapi ekonom yang memerlukan aspek sejarah dalam memahami ekonomi dan bisnis Indonesia. Artikel-artikel sejarah dalam blog ini hanyalah catatan pinggir yang dibuang sayang (publish or perish). Buku-buku sejarah yang sudah dipublikasikan: Sejarah Mahasiswa di Indonesia: Generasi Pertama; Sejarah Pers di Indonesia: Awal Kebangkitan Bangsa; Sejarah Sepak Bola di Indonesia; Sejarah Pendidikan di Indonesia: Pionir Willem Iskander; Sejarah Bahasa Indonesia. “Sejarah Catur di Indonesia”; “Sejarah Klub Como 1907”; Forthcoming “Sejarah Kongres Pemuda dan Sumpah Pemuda”. Korespondensi: akhirmh@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar