Senin, 09 Maret 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-6: Semua Orang Belanda Bisa Berbahasa Indonesia; Tidak Semua Orang Indonesia Bisa Bahasa Melayu


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Ada satu anomali yang sangat besar di Indonesia tentang penyebaran bahasa Eropa. Dalam hal ini bahasa Belanda di Indonesia pada masa ini hampir tidak meninggalkan bekas dalam penggunaannya. Berbeda dengan di Amerika Serikat dan Australia lestari bahasa Inggris, demikian juga bahasa-bahasa Spanyol dan bahasa Portugis (plus bahasa Belanda) di negara-negara Amerika Latin. Di Malaysia dan Filipina bahkan masih terasa jejak-jejak penggunaan bahasa Inggris dan bahasa Spanyol. Sejarah Bahasa Indonesia


Semasa Pemerintah Hindia Belanda, tidak semua, tetapi sebagian besar orang Belanda bisa atau setidaknya memahami bahasa Melayu. Kemampuan ini merupakan kebutuhan praktis karena bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca atau bahasa perantara di seluruh kepulauan. Orang Belanda yang tinggal di Hindia Belanda harus berkomunikasi dengan pembantu rumah tangga, pedagang di pasar, dan pekerja pribumi yang umumnya tidak mengerti bahasa Belanda. Pemerintah kolonial menggunakan bahasa Melayu untuk urusan administrasi dengan pegawai pribumi tingkat rendah karena penguasaan bahasa Belanda di kalangan pribumi sangat dibatasi oleh kebijakan pemerintah. Di kalangan militer dan kantor pemerintahan, dikenal istilah Dienstmaleisch (Melayu Kedinasan), yaitu bentuk bahasa Melayu sederhana yang digunakan oleh pejabat Belanda untuk memberi perintah atau berinteraksi dengan bawahan pribumi. Banyak orang Belanda di Hindia adalah keturunan campuran (Indo). Mereka sering dibesarkan oleh pengasuh pribumi (babu), sehingga bahasa pertama atau bahasa yang lebih mereka kuasai dalam kehidupan sehari-hari sering kali adalah bahasa Melayu atau bahasa daerah, bukan bahasa Belanda (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah semua Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia? Seperti disebut di atas, semasa Pemerintah Hindia Belanda, sejatinya semua orang Belanda bisa berbahasa Indonesia. Namun sebaliknya, tidak semua Orang Indonesia bisa berbahasa Melayu. Mengapa? Lalu bagaimana sejarah semua Orang Belanda bisa berbahasa Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan

Sabtu, 07 Maret 2026

Sejarah Indonesia Jilid 4-3: Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb dalam Navigasi Pelayaran (Perdagangan) Eropa; Arab vs Iran


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Selat Bab el-Mandeb adalah selat sempit ((chokepoint) yang menjadi jalur perairan strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia. Selat ini memisahkan dua benua, yakni Asia (Semenanjung Arab) dan Afrika (Timur Laut Afrika). Pada masa ini terletak di antara negara Yaman di sisi Asia, serta Djibouti dan Eritrea di sisi Afrika memiliki lebar sekitar 32 km (20 mil). Pulau Perim membagi selat ini menjadi dua saluran: saluran barat seluas 26 km dan saluran timur (Bab Iskender) seluas 3 km. Dalam bahasa Arab, "Bab el-Mandeb" berarti "Gerbang Air Mata" atau "Gerbang Duka Cita".  Pengantar Metode Riset Bisnis


Selat Hormuz adalah jalur pelayaran paling strategis di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sejarah Selat Hormuz mencatat transisi kawasan ini dari pusat perdagangan kuno yang makmur menjadi titik api geopolitik paling strategis di dunia modern. Nama "Hormuz" diambil dari Kerajaan Hormuz kuno yang menguasai wilayah tersebut antara abad ke-10 hingga ke-17. Sejak abad ke-10, selat ini telah menjadi gerbang utama perdagangan dunia yang menghubungkan India dan Tiongkok dengan Timur Tengah serta Eropa. Lokasinya yang strategis membuat kekuatan Eropa, terutama Portugal, menduduki wilayah ini pada awal abad ke-16 untuk mengendalikan jalur rempah-rempah sebelum akhirnya direbut kembali oleh kekuatan lokal (Persia) dengan bantuan Inggris pada 1622. Sejak penemuan cadangan minyak besar di Timur Tengah pada abad ke-20, Selat Hormuz bertransformasi menjadi "urat nadi energi dunia". Kini merupakan jalur bagi sekitar seperlima (20%) pasokan minyak dunia dan lebih dari seperempat perdagangan minyak dan gas maritim global. Secara hukum internasional, Selat Hormuz dikategorikan sebagai perairan internasional yang terbuka bagi pelayaran global, namun secara geografis diapit oleh Iran dan Oman (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb dalam navigasi pelayaran (perdagangan) Eropa? Seperti disebut di atas, dua selat ini sejak dahulu telah menjadi jalur masuk ke Laut Merah dan ke Teluk Persia dalam navigasi pelayaran perdagangan. Pada masa ini terdapat kekuatan Arab di Laut Merah dan kekuatan Iran di Teluk Persia. Lalu bagaimana sejarah Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb dalam navigasi pelayaran (perdagangan) Eropa? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Sejarah Bahasa Indonesia

Kamis, 05 Maret 2026

Sejarah Sepak Bola (42): Jay Idzes dan Marga van der Sluys di Semarang; Lika Liku dalam Melacak Asal Usul Para Leluhur


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Sepak Bola Indonesia di blog ini Klik Disini

Pada masa ini ada dua nama yang dihubungkan dengan Kota Semarang: Maximilian van der Sluys Veer dan Jay Idzes. Max dan istrinya, Elly Kristanti, adalah pemilik terakhir rumah kuno bersejarah sebelum dihibahkan ke Yayasan Mardi Waluyo pada 2013. Rumah tersebut dibangun sekitar tahun 1890 awalnya dimiliki oleh arsitek Belanda ternama, Abraham Fletterman. Pada tahun 1952. Max menjabat sebagai Bendahara II di perkumpulan bernama Samarangse Van. Mereka adalah kerabat dekat Corrie Fletterman, yang merawat rumah itu setelah tahun 1965. Bangunan itu kini menjadi cagar budaya di Jalan Kyai Saleh No 15 Semarang..Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Jay Idzes, bek tangguh Timnas Indonesia kelahiran Belanda (2 Juni 2000), memiliki darah Indonesia dari kakek dan neneknya. Kakeknya lahir di Semarang pada 1939 dan pernah merasakan masa penjajahan, sedangkan neneknya dari Jakarta. Ia memilih dinaturalisasi (Desember 2023) karena hubungan erat dengan keluarga, yang mendukung kariernya sebagai pemain profesional. Kakek Jay Idzes sempat hidup di panti asuhan selama 10 tahun, dan mengalami masa sulit penjajahan Jepang. Hingga saat ini, nama lengkap kakek Jay Idzes  tidak dipublikasikan secara spesifik ke publik oleh sang pemain. Meskipun identitas namanya dirahasiakan, Jay Idzes telah membagikan beberapa informasi penting mengenai latar belakang kakeknya yang menjadi dasar garis keturunannya: Kakek Jay Idzes (ayah dari ibunya) lahir di Semarang pada tanggal 16 November 1939 akhirnya pindah ke Belanda pada usia sekitar 20 hingga 25 tahun. Jay mengungkapkan bahwa ibunya (single parent) membesarkan dirinya dan saudara perempuannya sendirian selama bertahun-tahun. Jay lahir dan besar di Mierlo, Belanda. Nenek Jay Idzes berasal dari Jakarta dan kakeknya dari Sumatera (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Jay Idzes dan marga van der Sluys di Semarang? Seperti disebut di atas, kakek Jay Idzes lahir di Semarang pada tahun 1939, tetapi tidak terinformasikan namanya. Sementara itu di Semarang pada masa terdapat rumah cagar budaya yang konon dimiliki keluarga van der Sluys. Untuk sekadar diketahui, Semarang adalah kota kelahiran HJ van Mook. Lalu bagaimana sejarah Jay Idzes dan marga van der Sluys di Semarang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan

Minggu, 01 Maret 2026

Sejarah Indonesia Jilid 6-5: Nama Indonesia dan Kongres Hindia di Belanda 1917; Nama-Nama Mahasiswa Usulkan Nama Indonesia


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Dja Endar Moeda pernah menyatakan di Padang pada tahun 1897 bahwa pendidikan dan jurnalis sama pentingnya: “sama-sama mencerdaskan bangsa”. Pada tahun 1900 Dja Endar Moeda mendirikan organisasi kebangsaan Indonesia pertama di Padang dengan nama “Medan Perdamaian”. Organisasi kebangsaan Indonesia pertama di Belanda didirikan oleh Soetan Casajangan pada tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging. Setelah Indische Vereeniging mengusulkan nama Indonesia dalam Kongres Hindia 1917 di Den Haag, Sorip Tagor pada tahun 1919 menyatakan bahwa pendidikan dan politik sama pentingnya: “sama-sama mencerdaskan bangsa”. Sejarah Bahasa Indonesia


Meskipun pencetusan nama Indonesia secara ilmiah dimulai sejak 1850 oleh George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan, penggunaan nama tersebut dalam konteks politik formal oleh mahasiswa Indonesia di Belanda tercatat pada Kongres Hindia 1917 (Indische Congres) yang diselenggarakan di Den Haag. Pada kongres ini, gagasan untuk menggunakan nama "Indonesia" sebagai pengganti "Hindia Belanda" mulai menguat di kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Indische Vereeniging (Perhimpunan Hindia). Evolusi Penggunaan Nama: 1850: Nama Indonesia awalnya dicetuskan oleh George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan sebagai istilah geografis untuk kepulauan Hindia Timur; 1917: Nama "Indonesia" diusulkan secara lebih luas dalam forum Kongres Hindia sebagai identitas bangsa; 1922: Indische Vereeniging mulai menggunakan kata "Indonesia" dalam tujuan politiknya; 1925: Organisasi tersebut resmi berganti nama menjadi Perhimpunan Indonesia; 1928: Nama Indonesia dikukuhkan secara nasional melalui Sumpah Pemuda; 1945: Nama Indonesia diadopsi dalam konstitusi negara Republik Indonesia (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah nama Indonesia dan dan Kongres Hindia 1917? Seperti disebut di atas, nama Indonesia diusulkan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Indische Vereeniging dalam pada Kongres Hindia 1917 di Den Haag. Dalam hal ini siapa saja nama-nama mahasiswa yang hadir dalam pengusulan nama Indonesia tersebut? Lalu bagaimana sejarah nama Indonesia dan dan Kongres Hindia 1917? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Mahasiswa di Indonesia

Minggu, 22 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 9-4: Alumni Teknik Delft (TU Delft) Kembali ke Tanah Air dan Berjuang; Tan, Soerachman, Sarengat, Han


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Beberapa hari lalu nama Sekolah Tinggi Teknil Delft (sekarang TU Delft) menjadi perhatian para netizen Indonesia. TU Delft merupakan universitas teknologi tertua dan terbesar di Belanda, menempati peringkat ke-47 dunia dalam QS World University Rankings 2026. Fokus utamanya mencakup teknik sipil, teknologi air, hingga kedirgantaraan. Bukan tentang hal itu, tetapi tentang salah satu alumninya. Artikel ini membicarakan tentang sejarah orang Indonesia di TU Delft sejak alumni orang Indonesia pertama 132 tahun yang lalu. Sejarah Mahasiswa di Indonesia


Alumni Delft University of Technology (TU Delft) asal Indonesia memiliki kontribusi besar dalam bidang teknik dan teknologi, didukung oleh jaringan organisasi resmi di Indonesia. TU Delft Chapter Indonesia merupakan wadah resmi bagi para alumni di Indonesia untuk berjejaring dan berkolaborasi. Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Delft berperan sebagai jembatan bagi mahasiswa aktif dan calon alumni, rutin mengadakan acara budaya dan akademik. Para lulusan TU Delft juga tergabung dalam payung besar Ikatan Alumni PPI (IAPPI) yang sering berkolaborasi dengan lembaga seperti BRIN. Banyak tokoh Indonesia lulusan TU Delft yang berkiprah di pemerintahan, akademisi, dan industri teknik: Bimo Sasongko: Menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni Jerman (2020-2023) dan aktif dalam jaringan alumni TU Delft. Made Tri Ari Penia Kresnowati: Salah satu akademisi ternama yang tercatat dalam daftar alumni. Oetarjo Diran: Tokoh penerbangan Indonesia yang dikenal luas sebagai pakar kedirgantaraan. Pangeran Poerbojo: Tokoh sejarah Indonesia yang menempuh pendidikan di sana. Dwi Hartanto: Pernah menjadi mahasiswa doktoral di TU Delft sebelum terlibat dalam kasus klaim prestasi yang tidak akurat. Dwi Sasetyaningtyas: Alumni penerima beasiswa yang baru-baru ini menjadi perhatian publik terkait status kewarganegaraan dan pengabdian pasca-studi (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah para alumni Teknik Delft (TU Delft) kembali ke tanah air dan berjuang? Seperti disebut di atas, para alumni TU Derlft kini menjadi perhatian, tetapi sejak temnpo doeloe sudah banyak orang Indonesia studi di Delft seperti Tan Tjioen Liang lulus tahun 1894, Sarengat (1920), Han Tiauw Tjong (1920), Soerachman (1922) dan seterusnya. Lalu bagaimana sejarah para alumni Teknik Delft (TU Delft) kembali ke tanah air dan berjuang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Sabtu, 21 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 10-5: AI di Penulisan Sejarah, Sejarah Itu Narasi Fakta dan Data; Ini Tentang Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Apakah sudah terbit buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” sebanyak 10 jilid dalam bentuk ebook? Tampaknya belum. Sebagaimana pernah dijanjikan Kementerian Kebudayaan bahwa buku Sejarah Indonesia sebanyak 10 jilid akan dibuka akses ke publik pada bulan Februari ini dalam bentuk ebook (gratis). Hari ini sudah berada di hari-hari terakhir bulan Februari. Mengapa buku 10 jilid itu perlu kita baca? Sejarah adalah narasi fakta dan data, narasi tentang yang benar-benar terjadi dan ada buktinya. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan


Kecerdasan Buatan (AI) memungkinkan sejarawan untuk memproses volume data yang sangat besar dalam waktu singkat melalui teknik text-mining. Platform seperti Transkribus menggunakan teknologi AI untuk membaca dan mentranskripsikan tulisan tangan kuno (seperti Latin abad pertengahan atau Gotik) yang sulit dibaca mata manusia. AI tidak hanya membantu dalam bentuk teks, tetapi juga dalam menghidupkan kembali masa lalu secara visual. Alat seperti HyperWrite atau Squibler dapat membantu menyusun draf narasi peristiwa sejarah atau fiksi sejarah berdasarkan basis data yang luas. Meskipun efisien, penggunaan AI dalam sejarah memiliki risiko yang signifikan. AI sering menghasilkan "halusinasi" berupa referensi atau kutipan palsu dan dapat membawa bias dari data pelatihan yang digunakan. Terdapat kekhawatiran bahwa AI dapat menyederhanakan peristiwa kompleks secara berlebihan atau menciptakan narasi sejarah palsu (deepfake). Menirukan tokoh sejarah dengan AI berisiko meremehkan pengalaman hidup asli individu tersebut. Secara umum, AI dianggap sebagai alat bantu, bukan rekan penulis. Untuk mendapatkan hak cipta penuh, kontribusi kreatif manusia tetap menjadi syarat utama (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah AI dan penulisan sejarah (sejarah adalah narasi fakta dan data)? Seperti disebut di atas, Indonesia sekarang telah memiliki buku sejarah terbaru sebanyak 10 jilid. Apakah isi buku itu sesuai dengan dinamika kebangsaan dalam arus global? Itu satu hal. Lalu bagaimana sejarah AI dan penulisan sejarah (sejarah adalah narasi fakta dan data)? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 19 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 9-3: Ijazah dan Gelar; Disertasi Para Doktor Indonesia di Belanda Diterbitkan Secara Publik Dapat Diakses Kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Sejarah penipuan disertasi berakar dari manipulasi akademik, termasuk plagiarisme, pemalsuan data, atau penggunaan jasa joki, yang merusak integritas ilmiah. Penipuan ini sering kali bertujuan untuk memperoleh gelar secara tidak sah, yang berpotensi melanggar hukum dan etika. Kasus-kasus ini tergolong kejahatan intelektual yang serius. Pengantar Metode Riset Bisnis


Sejarah penipuan disertasi merupakan bagian dari fenomena academic fraud (kecurangan akademik) yang mencakup plagiarisme, fabrikasi data, hingga penggunaan jasa penulisan atau joki. Berdasarkan tinjauan akademik, penipuan dalam disertasi umumnya terjadi dalam bentuk: Plagiarisme, mengambil karya orang lain dan mengakuinya sebagai milik sendiri tanpa atribusi yang tepat. Fabrikasi Data: Memalsukan data penelitian untuk mendukung hipotesis tertentu. Joki Disertasi (Contract Cheating, menggunakan jasa pihak ketiga untuk menuliskan disertasi, yang seringkali melibatkan transaksi finansial besar. Akses "Jalur Cepat", kasus di mana mahasiswa mendapatkan gelar doktoral dalam waktu yang tidak wajar atau tanpa melalui proses perkuliahan yang seharusnya. Diederik Stapel: Seorang profesor psikologi sosial asal Belanda yang melakukan fabrikasi data secara masif dalam berbagai publikasi dan membimbing mahasiswa doktoral dengan data palsu. Beberapa pejabat tinggi Jerman, seperti Menteri Pertahanan Karl-Theodor zu Guttenberg (2011) dan Menteri Pendidikan Annette Schavan (2013), mengundurkan diri setelah disertasi mereka terbukti mengandung plagiarisme masif. Di Indonesia, isu penipuan dan integritas disertasi sering kali melibatkan tokoh publik atau akademisi. Penipuan disertasi memiliki dampak hukum dan reputasi yang serius: Pencabutan Gelar, Sanksi Hukum, Kerugian Institusi (AI Wikipedia) 

Lantas bagaimana sejarah ijazah dan gelar? Seperti disebut di atas, untuk mendapat gelar akademik biasanya harus memenuhi persyaratan laporan riset akademik. Disertasi para doktor Indonesia di Belanda diterbitkan ke publik yang dapat diakses hingga kini. Lalu bagaimana sejarah ijazah dan gelar? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 17 Februari 2026

Sejarah Jepang (15): Jepang vs Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia; Asia Timur adalah Satu Hal dan Asia Tenggara adalah Hal Lain


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Dalam minggu ini terjadi perang antara Netizen Indonesia (Net 62) dan Netizen Korea (K-netz). Pemicunya entah bagaimana ada K-netz yang menghina Asia Tenggara termasuk Indonesia. Perang “warga net” tidfak terhindarkan dimana Net 62 menghantam balik K-netz (hingga TKO). Alih-alih K-Netz berharap Netizen Jepang membantu untuk menyerang warga net Asia Tenggara (SEAblings) yang terjadi sebaliknya Netizen Jepang justru membela Net 62 khususnya. Mengapa? Hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia pada era modern sejatinya sudah berlangsung sejak 1918 (hingga kini). Sejarah Pers di Indonesia

Sejarah "kontra" atau konflik antara Jepang dan Korea adalah narasi panjang yang didominasi oleh persaingan kekuasaan di Asia Timur, dengan titik paling traumatis terjadi pada abad ke-20. Ketegangan besar pertama bermula saat pemimpin militer Jepang, Toyotomi Hideyoshi, melancarkan invasi ke Korea tahun 1592 dengan ambisi akhir menaklukkan Dinasti Ming di Tiongkok. Perang ini menyebabkan kehancuran luas di Semenanjung Korea sebelum pasukan Jepang akhirnya ditarik mundur setelah kematian Hideyoshi tahun 1598. Akar utama sentimen anti-Jepang di Korea modern bermula ketika Jepang secara resmi mencaplok Korea melalui Perjanjian Aneksasi 1910. Selama 35 tahun masa pendudukan kekayaan alam dan tenaga kerja Korea dikuras untuk kepentingan militer Jepang. Ribuan warga Korea dipaksa menjadi buruh di pabrik/tambang Jepang, dan banyak wanita dipaksa menjadi "Comfort Women" (wanita penghibur) bagi tentara Jepang. Jepang berusaha menghapus identitas Korea dengan melarang bahasa Korea dan memaksa warga mengadopsi nama Jepang. Meskipun hubungan diplomatik telah dinormalisasi pada tahun 1965, beberapa isu sejarah tetap menjadi pemicu konflik diplomatik saat ini. Sisa dari perseteruan Korea ve Jepang adalah Korea Utara hingga saat ini, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti disebut di atas, hubungan baik orang Jepang dan orang Indonesia sejatinya sudah berlangsung sejak 1918. Bagaimana dengan Korea? Itu belum lama secara terbatas pada Korea Utara. Lalu bagaimana sejarah Jepang versus Korea dan Jepang vis-à-vis Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe. 

Senin, 16 Februari 2026

Sejarah Jepang (14): Angkatan Laut Jepang, Alih Teknologi dan Jadi Industri Perkapalan: Jepang Tempo Doeloe, Indonesia Masa Kini


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Kapal induk Indonesia tengah menuju Indonesia dari Italia (namanya Garibaldi akan diubah menjadi KRI Gadjah Mada). Kapal fregat Indonesia yang tercanggih juga dari Italia (KRI Brawijaya). Kapal perang Indonesia lainya juga tengah menuju Indonesia dari Italia (KRI Prabu Siliwangi). Tentu saja kini Indonesia sudah bisa secara defacto membuat kapal fregat, yang pertama adalah KRI Balaputradewa. Jepang sendiri sudah sejak 1921 sudah memiliki kapal induk (Hoso). Kapal fregat Jepang pertama sendiri dibuat di Belanda, diluncurkan pada tahun 1866 untuk menuju Jepang. Pengantar Metode Riset Bisnis


Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) resmi didirikan pada tahun 1869 sebagai bagian dari modernisasi Restorasi Meiji untuk mencegah dominasi Barat. Modernisasi awalnya dibantu oleh teknologi dan pelatihan dari Belanda (seperti penggunaan kapal uap Kankō Maru) dan kemudian mengadopsi model dari Inggris. Restorasi Meiji menjadikan pembuatan kapal sebagai pilar utama pertahanan dan industri. Galangan kapal modern seperti Kawasaki Hyogo Shipyard (1878) dan Ishikawajima mulai beroperasi. Perang Rusia-Jepang (1904-1905): Kemenangan Jepang dalam perang ini menjadi titik balik penting yang menunjukkan kekuatan Asia atas kekuatan Eropa. Pada 1910, Jepang memiliki armada laut terbesar ketiga di dunia, dan pada 1914, industri domestiknya mampu memproduksi hampir semua jenis kapal. Armada Kapal Induk (Kidobutai) menjadi kunci serangan terhadap Pearl Harbor pada tahun 1941. Membangun kapal tempur kelas Yamato (kapal tempur terberat yang pernah dibuat) dan kapal induk IJN Shinano. Mengalami titik balik setelah kalah dalam Pertempuran Midway (1942) dan akhirnya dibubarkan pada tahun 1945 setelah Jepang menyerah. Setelah pembubaran IJN, Jepang membentuk Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) pada tahun 1954 di bawah konstitusi pasca-perang bertugas untuk pertahanan wilayah maritim Jepang dan menjaga keamanan jalur laut (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Angkatan Laut Jepang, alih teknologi dan industri perkapalan? Seperti disebut di atas, dimulai pada Restorasi Meiji yang kemudian menjadi angkatan laut kuat, tetapi harus dikekang pasca perang Asia Pasifik. Dalam hal ini Jepang tempo doeloe dan Indonesia masa kini. Lalu bagaimana sejarah Angkatan Laut Jepang, alih teknologi dan industri perkapalan? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Minggu, 15 Februari 2026

Sejarah Jepang (13): Transportasi di Jepang, Jalan Kaki, Pedati, Becak: Jalur Kereta Api Pertama Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Sejarah transportasi di Jepang berevolusi dari era tradisional, di mana manusia berjalan kaki atau menggunakan tandu (kago), menjadi salah satu sistem transportasi paling canggih di dunia. Modernisasi dimulai pada Restorasi Meiji (1868) dengan pengenalan kereta api dan jinrikisha (becak). Puncaknya adalah peluncuran kereta cepat Shinkansen pada 1964, yang menetapkan standar keselamatan dan kecepatan tinggi di dunia. Buku-buku yang Sudah Diterbitkan


Sejarah transportasi di Jepang telah berevolusi dari perjalanan kaki yang sangat terbatas di zaman kuno hingga menjadi salah satu sistem transportasi paling canggih dan efisien di dunia saat ini. Zaman Kuno dan Edo (1603-1867): Pada masa Keshogunan Tokugawa, transportasi sangat diatur untuk menjaga keamanan negara. Sebagian besar orang bepergian dengan berjalan kaki di sepanjang jalan bersejarah seperti Tokaido. Penggunaan transportasi beroda dilarang kecuali untuk pengangkutan barang tertentu guna mencegah pergerakan militer yang cepat. Orang-orang penting menggunakan tandu (kago) atau kuda, namun penggunaan kuda sebagai penarik gerobak lebih umum untuk barang. Kapal memainkan peran vital dalam mengangkut barang dalam jumlah besar dari seluruh Jepang menuju pusat-pusat utama seperti Kyoto, Osaka, dan Edo (Tokyo). Restorasi Meiji memicu industrialisasi pesat yang mengubah wajah transportasi Jepang. Kereta Api Pertama (1872): Jalur kereta api pertama dibuka menghubungkan Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama. Jinrikisha: Muncul sebagai sarana transportasi manusia yang populer sebelum kendaraan bermotor menyebar luas. Kyoto menjadi kota pertama di Jepang yang mengoperasikan trem pada tahun 1895. Subway (1927): Tokyo membuka jalur kereta bawah tanah pertama di Asia. Prioritas Infrastruktur: Pemerintah Meiji lebih memprioritaskan pembangunan kereta api dan transportasi laut dibandingkan jalan raya untuk mengejar ketertinggalan dari negara Barat. Era Pasca Perang dan Revolusi Kereta Cepat (1945–Sekarang (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah transportasi di Jepang, jalan kaki, pedati, becak? Seperti disebut di atas, sejarah transportasi di Jepang sebenarnya beriringan di wilayah Indonesia bahkan jalan kaki, pedati, becak. Jalur kereta api pertama antara Shimbashi (Tokyo) dan Yokohama. Lalu bagaimana sejarah transportasi di Jepang, jalan kaki, pedati, becak? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 12 Februari 2026

Sejarah Jakarta (126): Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno; Apakah Nama Senayan Berasal dari Wangsanaya?


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jakarta dalam blog ini Klik Disini

Senayan adalah kelurahan di kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Nama Senayan sendiri sering dirujuk untuk menyebut kawasan kelurahan Gelora, Senayan, dan Grogol Utara bagian timur (Patal Senayan). Sementara kelurahan Senayan sendiri sering dirujuk dengan nama Senayan yang mencakup SCBD, atau nama kawasan masyarakat setempat yaitu Tulodong. Asal mula nama Senayan berasal dari cerita letnan asal Bali yang hidup pada tahun 1680 di kawasan tersebut. Nama letnan tersebut adalah Wangsanayan. Namun, asal mula nama ini masih perlu dicari lebih dalam lagi (Wikipedia). Sejarah Bahasa Indonesia

 

Asal-usul nama Senayan diyakini berasal dari nama seorang tuan tanah yang pernah tinggal di kawasan tersebut pada abad ke-17. Nama Senayan merupakan bentuk singkat atau perubahan pelafalan dari nama Wangsanayan. Beliau adalah seorang letnan asal Bali yang menetap di kawasan tersebut sekitar tahun 1680. Dalam peta-peta lama (seperti peta tahun 1902), wilayah ini awalnya tertulis sebagai Wangsanayan atau Wangsanajan. Seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menyederhanakan penyebutannya menjadi "Senayan". Dahulunya, kawasan ini merupakan tanah partikelir atau perkebunan milik Wangsanayan sebelum akhirnya bertransformasi menjadi kampung Betawi, dan kemudian dikembangkan oleh Presiden Soekarno menjadi kompleks olahraga untuk Asian Games 1962 (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno? Seperti disebut di atas, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno berada di wilayah Senayan. Apakah dalam hal ini nama Senayan berasal dari (nama) Wangsana? Lalu bagaimana sejarah Senayan, Gedung Parlemen dan Gelora Bung Karno? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Selasa, 10 Februari 2026

Sejarah Indonesia Jilid 5-4: Nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl; Nusantara, Hindia Timur, Hindia Belanda dan Insulinde


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Indonesia Jilid 1-10 di blog ini Klik Disini

Nama "Indonesia" berasal dari bahasa Yunani, yaitu Indus (Hindia) dan nesos (pulau-pulau), yang secara harfiah berarti Kepulauan Hindia. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh dua orang Inggris, George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan, pada tahun 1850 dalam jurnal ilmiah untuk merujuk wilayah kepulauan Hindia Belanda.Sejarah Mahasiswa di Indonesia

 

Asal-usul nama Indonesia berasal dari gabungan dua kata bahasa Yunani Kuno, yaitu Indos yang berarti "India" atau "Hindia", dan nesos yang berarti "pulau-pulau". Jika digabungkan, Indonesia berarti "Kepulauan Hindia". Nama Indonesia pertama kali diperkenalkan oleh dua ilmuwan asal Inggris, George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan, dalam jurnal ilmiah Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA) di Singapura tahun 1850. George Samuel Windsor Earl awalnya mengusulkan dua istilah, yakni Indunesians atau Malayunesians. Earl sendiri lebih memilih Malayunesians karena dianggap lebih mewakili ras Melayu. James Richardson Logan memilih istilah Indunesia yang diusulkan Earl, namun ia mengubah huruf "u" menjadi "o" sehingga menjadi Indonesia agar pengucapannya lebih baik. Etnolog Jerman, Adolf Bastian, tahun 1884 mempopulerkan nama Indonesia melalui bukunya Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipels. Karena buku ini, istilah tersebut mulai dikenal luas di kalangan akademisi. Pada awal abad ke-20, para tokoh pergerakan nasional mengadopsi nama "Indonesia" sebagai identitas politik melawan penjajah, menggantikan istilah Hindia Belanda (Netherlandsch-Indie) (AI Wikipedia). 

Lantas bagaimana sejarah nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl? Seperti disebut di atas, nama Indonesia pertama kali diusulkan oleh JR Logan versus GSW Earl. Nama sebelumnya adalah Nusantara, Hindia Timur, Hindia Belanda dan Insulinde. Lalu bagaimana sejarah nama Indonesia oleh JR Logan versus GSW Earl? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.

Kamis, 05 Februari 2026

Sejarah Jepang (12): Sepak Bola di Indonesia dan Sepak Bola di Jepang; Futsal Indonesia Taklukkan Jepang di Semi Final AFC 2026


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Baru saja Futsal Indonesia berhasil menaklukkan Futsal Jepang dalam partai Semi Final AFC tahun 2026 dengan skor 5-3. Dengan demikian Futsal Indonesia akan menantang Futsal Iran di parai Final. Hasil tersebut bermula pada waktu normal (2x20 Menit) dengan skor 2-2. Di waktu tambahan (2x5 Menit), Futsal Indonesia berhasil mendulang satu gol pada babak pertama dan kemudian tambahan gol terakhir pada babak kedua. Futsal Indonesia sendiri baru kali ini mencapai Semi Final, sementara Futsal Jepang sudah sebanyak empat kali juara AFC (2006, 2012, 2014 dan 2022). Futsal Iran sendiri saat ini adalah juara bertahan. Sejarah Sepak Bola di Indonesia


Sejarah sepak bola Jepang bertransformasi dari permainan yang dibawa oleh perwira Inggris menjadi kekuatan utama di Asia melalui perencanaan jangka panjang yang sangat terstruktur.Masuknya Sepak bola ini diperkenalkan pada tahun 1873 oleh perwira Angkatan Laut Inggris, Letnan Archibald Lucius Douglas, yang mengajarkannya kepada para kadet angkatan laut Jepang di Tsukiji. Pada 10 September 1921, dibentuklah Dai-Nippon Shukyu Kyokai (sekarang Japan Football Association atau JFA). Kompetisi nasional pertama, yang sekarang dikenal sebagai Emperor's Cup, dimulai pada tahun 1921. Jepang resmi bergabung dengan FIFA pada tahun 1929. Pada Olimpiade Berlin 1936, Jepang mengejutkan dunia dengan mengalahkan Swedia 3-2, mencapai perempat final pertama mereka. Sepak bola domestik dikelola melalui Japan Soccer League (JSL) (1965–1992), sebuah liga semi-profesional yang didominasi oleh tim-tim perusahaan. Untuk meningkatkan daya saing, J.League resmi dimulai pada 15 Mei 1993 dengan 10 klub pionir. Jepang melakukan debut di Piala Dunia FIFA pada tahun 1998 di Prancis. Jepang sukses menyelenggarakan Piala Dunia 2002 bersama Korea Selatan (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah sepak bola di Indonesia dan sepak bola di Jepang? Seperti disebut di atas, Kompetisi sepak bola Jepang. Dai-Nippon Shukyu Kyokai (kini Japan Football Association atau JFA) dimulai tahun 1921. Tim sepak bola Indonesia (era Hindia Belanda) sendiri pada tahun 1938 berpartisipasi dalam Piala Dunia di Prancis (satu-satunya wakil Asia). Lalu bagaimana sejarah sepak bola di Indonesia dan sepak bola di Jepang? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.Sejarah Pers di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026

Sejarah Jepang (11): Beras di Jepang dan Beras di Indonesia; Makanan Pokok Nasi di Jepang dan Indonesia Sejak Zaman Kuno


*Untuk melihat semua artikel Sejarah Jepang dalam blog ini Klik Disini 

Hingga masa ini makanan pokok orang Jepang seperti halnya orang Indonesia adalah nasi dari baha beras. Sama seperti di Indonesia, nasi dikonsumsi hampir setiap hari dan menjadi dasar dari berbagai hidangan khas Jepang. Saat ini, varietas seperti Koshihikari dan Hitomebore sangat populer karena teksturnya yang pulen. Istilah "Itadakimasu" yang diucapkan sebelum makan merupakan wujud rasa syukur atas beras. Beras juga digunakan dalam berbagai festival (matsuri) dan perayaan (seperti sekihan atau nasi merah untuk momen spesial). Pengantar Studi Kelayakan Bisnis


Sejarah beras di Jepang merupakan fondasi dari perkembangan budaya, struktur sosial, dan ekonomi negara tersebut selama ribuan tahun. Padi pertama kali diperkenalkan ke Jepang dari Tiongkok atau Semenanjung Korea pada Periode Jomon (sekitar 1000–400 SM). Meskipun jejak butiran padi ditemukan pada tembikar dari akhir periode Jomon, pada masa ini masyarakat masih lebih banyak bergantung pada kegiatan berburu dan meramu. Periode Yayoi (300 SM – 300 M) adalah titik balik besar di mana budidaya padi sawah secara intensif mulai menyebar, dimulai dari pulau Kyushu. Teknologi irigasi dan penggunaan alat besi dari daratan Asia memicu revolusi pertanian, mengubah gaya hidup masyarakat menjadi menetap dan membentuk komunitas desa yang terorganisir. Pada masa Feodal dan Periode Edo (1603–1868) beras bukan sekadar makanan, melainkan mata uang. Kekayaan para penguasa wilayah (daimyo) diukur dalam unit koku (jumlah beras yang cukup untuk memberi makan satu orang dewasa selama setahun). Pajak kepada keshogunan dibayar menggunakan hasil panen beras. Setelah Restorasi Meiji, sistem pajak beralih ke uang tunai, namun beras tetap menjadi simbol ketahanan nasional. Meskipun konsumsi beras per kapita menurun karena perubahan gaya hidup, pemerintah Jepang terus menjaga stok pangan nasional dan mendorong ekspor beras berkualitas tinggi ke pasar global. Baru-baru ini, Jepang juga menghadapi tantangan harga akibat faktor cuaca dan distribusi (AI Wikipedia).. 

Lantas bagaimana sejarah beras di Jepang dan beras di Indonesia? Seperti disebut di atas, makanan pokok orang Jepang adalah nasi berbahan beras. Makanan pokok nasi ini di Jepang dan Indonesia sejak zaman kuno. Lalu bagaimana sejarah beras di Jepang dan beras di Indonesia? Seperti kata ahli sejarah tempo doeloe, semuanya ada permulaan. Untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan wawasan sejarah nasional, mari kita telusuri sumber-sumber tempo doeloe.